Baca Berita

Kekerasan terhadap perempuan dan anak

Oleh : pdsklod | 04 Desember 2017 | Dibaca : 102 Pengunjung

Kekerasan terhadap perempuan dan anak telah memberikan dampak negatif dan luas tidak hanya terhadap korban, tetapi juga berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak dalam kehidupan satu keluarga. Hal ini mengingat kekerasan terhadap perempuan dan anak seringkali terjadi di lingkungan domestik (rumah tangga), di samping terjadi di lingkungan publik/umum atau di suatu komunitas. Kekerasan yang dihadapi perempuan dan anak bukan hanya berupa kekerasan fisik, melainkan juga kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan penelantaran. Pelaku kekerasan juga bukan hanya orang luar ataupun orang tidak dikenal, namun juga berasal dari lingkungan terdekat kita.

Banyak faktor yang menyebabkan masih banyak perempuan dan anak mengalami permasalahan, antara lain karena faktor salah persepsi yang menganggap wajar apabila kekerasan dilakukan terhadap perempuan dan anak sebagai salah satu cara “mendidik” mereka. Ada pula disebabkan faktor budaya, karena kemiskinan dan faktor lain yang tidak memberikan perlindungan dan perlakuan khusus terhadap perempuan dan anak sehingga menimbulkan kekerasan, eksploitasi, diskriminasi dan perampasan hak-hak perdata perempuan dan anak.

Banyaknya permasalahan perempuan dan anak menyebabkan pentingnya untuk membentuk Satuan Tugas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak (Satgas PPA), baik di tingkat pusat maupun daerah. Keberadaan Satgas PPA untuk melakukan upaya preventif, kuratif. Untuk itu Satgas mempunyai fungsi penjangkauan terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan, melakukan identifikasi kondisi dan layanan yang dibutuhkan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan, melindungi perempuan dan anak dari di lokasi kejadian dari hal yang dapat membahayakan dirinya, menempatkan dan mengungsikan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan ke P2TP2A atau lembaga lainnya bila diperlukan. Satgas PPA juga melakukan rekomendasi kepada P2TP2A terdekat atau lembaga layanan perempuan dan anak untuk mendapatkan layanan lebih lanjut. Satuan Tugas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak selanjutnya memiliki fungsi untuk melakukan penjangkauan.

Selain tugas tersebut, Satgas  PPA juga dapat berperan serta untuk mendorong Aparat Penegak Hukum agar dapat menegakkan hukum bagi pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak yang paling maksimal agar menimbulkan efek jera. Sehingga dengan demikian P2TP2A dapat bekerja secara optimal untuk menangani perempuan dan anak yang mengalami permasalahan

Seperti kegiatan yang berlangsung pada hari ini senin, 04 Desember 2017 di kantor desa padangsambian Klod. Astungkara dapat bermanfaat dengan baik untuk kita semua.

https://denpasarkota.go.id/d3np4s4r/subd0m41n/index.php
https://www.instagram.com/padangsambianklod
desapadangsambianklod@yahoo.com
Pewarta : Ayuwisnu
Editor : Ayuwsinu
Publisher : Ayuwisnu
Sumber : Desa Padangsambian Klod
Share Berita ini#beritapenting#bermanfaat#desapadangsambianklod#pembentukan satgas perlindungan anak dan perempuan.


Oleh : pdsklod | 04 Desember 2017 | Dibaca : 102 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto
I MADE GERIA
Video
Baleganjur 2018
Facebook
Twitter